Tampilkan postingan dengan label Health (Kesehatan). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Health (Kesehatan). Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Juni 2010

Pentingnya Asupan Gizi Anak

PDF Print
Monday, 14 June 2010
SEBANYAK 60% dari 10 juta anak di dunia meninggal akibat malnutrisi.Dua per tiga anak dari yang meninggal itu diakibatkan kesalahan pemberian makan.Anak menjadi kurang gizi,sehingga memiliki daya tahan tubuh lemah dan rentan sakit. 
Banyak di antara orang tua yang berpikir memberi makan anak hanyalah sekedar mengenyangkan perutnya semata. Padahal, pemberian makan pada anak memiliki unsur lain yang jauh lebih esensial ketimbang hanya untuk menghentikan tangisannya akibat kelaparan. Sejatinya, makanan diperlukan untuk tercukupinya kebutuhan nutrisi, beraktivitas, tumbuh kembang, penyembuhan dan pencegahan penyakit, serta kelangsungan hidup manusia.
Di balik itu, pemberian makanan kepada buah hati yang dilakukan bunda rupanya banyak mempunyai nilai edukasi pada anak. Anak diajarkan untuk disiplin, tata karma, mengajak anak untuk menyukai berbagai makanan, dan mempererat hubungan ibu dan anak.Menurut Dr Sri S Nasar SpA (K), ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak,yaitu genetik atau keturunan, asupan nutrisi,dan stimulasi. ”Faktor genetik karena merupakan pembawa keturunan,maka tidak dapat diintervensi atau diubah,”kata Sri saat acara peluncuran MobiPresinutri di Puskesmas Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Sebaliknya, tukas Sri, unsur nutrisi dan stimulasi dapat dirancang dan dibentuk sehingga orang tua dapat mempersiapkannya secara optimal. Pada waktu golden period, yang sebenarnya telah dimulai sejak trimester akhir kehamilan sampai anak berusia tiga tahun, merupakan masa di mana otak anakanak bertumbuh secara pesat.”Sehingga untuk memaksimalkan fungsinya,maka anak perlu diberi asupan nutrisi serta stimulasi yang tepat,” kata Dr Savitri Handayana MM, selaku Kepala Puskesmas Kelurahan Bendungan Hilir. Salah satu sumber nutrisi yang diperoleh anak adalah dari makanannya. Kembali lagi masalahnya masih banyak orang tua yang belum mengerti benar tentang hal ini.
Pemberian makan kepada anak sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan & kapasitas anak itu sendiri.Halinikarenaanak-anak ternyata membutuhkan kalori yang lebih besar dari orang dewasa,yaitu untuk anak < 3 tahun membutuhkan antara 100–120 kkal/kg BB/hari dibandingkan dengan orang dewasa yang hanya membutuhkan 35–40 kkal/kg BB/hari. Tetapi karena kapasitas perut anak-anak lebih kecil dibandingkan orang dewasa,maka sebaiknya anak jangan dipaksakan untuk diberikan makan dalam jumlah besar seperti orang dewasa.
Jadi, sebaiknya anak diberi makan dalam jumlah yang sedikit namun sering. Seperti misalnya apabila orang dewasa makan tiga kali sehari,untuk anak pemberian makan dapat dijadikan lima kali sehari. Misalnya dengan jadwal seperti berikut: pagi hari sarapan dengan pemberian susu. Menjelang siang, beri anak kudapan. Setelah itu, saatnya pemberian makan siang dan dilanjutkan susu sebelum tidur siang. Nah, ketika malam, berikan makan malam dan sebelum berangkat tidur beri anak susu kembali. Untuk snack, ibu bisa memberikan yang menyehatkan, misalnya buah atau puding.
Perlu diketahui,anak di bawah usia tiga tahun membutuhkan lemak dan minyak yang cukup untuk perkembangannya. Lain dengan anak di atas usia ini, kebutuhan lemak dan minyak tidak menjadi hal yang pokok. Adapun zat gizi yang penting untuk pertumbuhan anak, di antaranya asam amino (esensial), kalsium, zat besi,DHA, dan AA. Apabila gizi anak tidak terpenuhi, maka akan menderita malnutrisi. Badan Dunia menyinyalir,gizi buruk atau malnutrisi berperan besar terhadap kematian anak.
Sedikitnya 60% dari 10 juta anak di dunia meninggal akibat penyakit ini.Sementara dua per tiganya, meninggal disebabkan kesalahan pada pemberian makanan.Malnutrisi yang dialami anak di bawah tiga tahun, dapat menimbulkan gangguan permanen pada otak. ”Atau bisa juga anak mengalami kurangnya kemampuan berpikir,” kata Sri. Malnutrisi ini bisa dikarenakan kekurangan zat gizi atau justru kelebihan. Bila kekurangan,maka di masa tuanya kelak anak akan mengalami kerapuhan tulang atau osteoporosis, daya tahan tubuh menjadi terganggu, serta gangguan reproduksi yang dapat mengarah pada infertilitas.
Sedangkan malnutrisi akibat kelebihan gizi mengakibatkan anak menderita obesitas, risiko terkena penyakit jantung koroner,hingga diabetes. Dalam rangka meningkatkan pemahaman keluarga mengenai nutrisi dan stimulasi, Sari Husada meluncurkan MobiPresinutri yang akan menjangkau puluhan ribu keluarga di ratusan daerah di Pulau Jawa.Wahana edukasi nutrisi dan stimulasi presisi keliling ini akan mendatangi 125 titik di Pulau Jawa hingga 5 Juli 2010.MobiPresinutri merupakan sebuah bus yang dirancang khusus, di mana di dalamnya terdapat sekitar delapan jenis permainan pendukung tumbuh kembang anak, sekaligus wahana edukasi nutrisi bagi ibu dan anak.
Marketing Manager SGM George Yudistira mengungkapkan, kebutuhan masyarakat mengenai edukasi nutrisi masih belum terpenuhi maksimal. Merespons kebutuhan ini, Sari Husada dengan brandsusu formula SGM Eksplor 3 dan SGM Aktif 4, menciptakan MobiPresinutri. Hal ini sekaligus juga menjadi bentuk dukungan Sari Husada mendorong peran posyandu yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. ”MobiPresinutri akan memulai roadshow di Jabodetabek, serta beberapa kota seperti Sukabumi, Tasikmalaya, Solo, Semarang, Madiun, Malang, dengan total lebih dari 10 kota,” terang George.
Sementara Ignatius Ari Djoko Purnomo, Corporate Communication Sari Husada menjelaskan, selain untuk menjangkau sebanyak mungkin masyarakat,kegiatan ini juga bermaksud memberikan inspirasi bagi pelayanan kesehatan ibu dan anak seperti posyandu atau puskesmas. Selain posyandu dan puskesmas, MobiPresinutri juga akan mendekatkan edukasi nutrisi di sekolah termasuk pendidikan anak usia dini atau PAUD. (sri noviarni)

http://www.seputar-indonesia.com

Konsumsi Daging Berlebihan Percepat Pubersitas

PDF Print
Monday, 14 June 2010
KONSUMSI daging pada masa pertumbuhan tentu sangat dibutuhkan. Tapi bila berlebihan, khususnya bagi anak perempuan,bisa berakibat menstruasi datang lebih cepat.
Perempuan yang banyak mengonsumsi daging pada masa anak-anak cenderung akan mengalami menstruasi lebih dini, begitulah hasil penelitian yang dilansir di Public Health Nutrition,Inggris. Peneliti dari Inggris membandingkan dengan diet yang dilakukan oleh lebih dari 3.000 anak usia 12 tahun. Dalam penelitian itu disebutkan bahwa anak perempuan yang mengonsumsi daging dalam jumlah banyak pada usia tiga tahun (lebih dari delapan porsi tiap pekan) dan pada usia 7 tahun (12 porsi), berkaitan erat dengan pubertas dini.
Dr Imogen Rogers, ketua tim peneliti dari pengajar senior ilmu nutrisi di University of Brighton, mengatakan bahwa diet daging dapat membuat tubuh siap untuk masa kehamilan dan memicu pubertas dini. Pada abad ke-20, usia rata-rata anak perempuan remaja mulai menstruasi lebih muda. Kondisi ini diperkirakan terjadi karena nutrisi yang lebih baik dan kenaikan tingkat obesitas,yang berdampak terhadap hormon.Dalam studi terakhir, tim menggunakan data dari kelompok anak-anak dilihat dari tanggal kelahiran. Pada usia 12 tahun 8 bulan,mereka membagi kelompok anak perempuan yang sudah mulai mengalami menstruasi dan mereka yang belum.
Kemudian dibandingkan dengan diet yang mereka lakukan pada usia tiga,tujuh,dan 10 tahun, peneliti menemukan bahwa mengonsumsi daging pada usia muda memiliki kaitan erat dengan menstruasi dini. Faktanya, makan daging pada usia tujuh tahun meningkatkan perubahan masa awal menstruasi sebanyak 75% yaitu pada usia 12 tahun,dibandingkan mereka yang makan daging pada usia yang lebih tua. Namun, penemuan ini tidak berdasarkan pada berat badan. Penelitian ini memperkuat studi sebelumnya yang menunjukkan anak perempuan yang memiliki berat badan lebih besar mengalami menstruasi lebih dini dibandingkan dengan yang kurus.
Masa menstruasi pada usia dini memiliki kaitan erat dengan peningkatan risiko kanker payudara, kemungkinan karena perempuan memiliki tingkat hormon estrogen yang besar sepanjang hidup mereka. Namun, para peneliti menekankan anak perempuan tidak harus mengurangi konsumsi daging seperti layaknya mereka yang berlebihan memakan daging. Anak usia tujuh tahun yang dikategorikan mengonsumsi daging terbesar, menghabiskan 12 porsi dalam satu pekan, dan anak usia tiga tahun yang memiliki porsi lebih dari delapan.
Berat badan bukan merupakan satu-satunya faktor penyebab anak perempuan mengalami menstruasi lebih dini dari usia rata-rata.Dia menambahkan, daging merupakan sumber zat besi yang baik, dan sangat dibutuhkan pada masa kehamilan. (wuri/bbc)

http://www.seputar-indonesia.com

Diare,Penyebab Kematian Kedua Balita di Dunia

PDF Print
Monday, 14 June 2010
MENURUT data United Nations Children’s Fund (UNICEF) dan World Health Organization (WHO) pada 2009,diare merupakan penyebab kematian nomor 2 pada balita di dunia, nomor 3 pada bayi, dan nomor 5 bagi segala umur.
Data UNICEF memberitakan bahwa 1,5 juta anak meninggal dunia setiap tahunnya karena diare. Angka tersebut bahkan masih lebih besar dari korban AIDS, malaria, dan cacar, jika digabung. Sayang, di beberapa negara berkembang, hanya 39% penderita mendapatkan penanganan serius. Di Indonesia sendiri, sekitar 162.000 balita meninggal setiap tahun atau sekitar 460 balita setiap harinya akibat diare. Daerah Jawa Barat merupakan salah satu yang tertinggi, di mana kasus kematian akibat diare banyak menimpa anak berusia di bawah 5 tahun.
Umumnya,kematian disebabkan dehidrasi karena keterlambatan orang tua memberikan perawatan pertama saat anak terkena diare. Diare disebabkan faktor cuaca, lingkungan, dan makanan. Perubahan iklim, kondisi lingkungan kotor,dan kurang memperhatikan kebersihan makanan merupakan faktor utamanya. Penularan diare umumnya melalui 4F, yaitu Food, Fly ,Feces,dan Finger. Oleh karena itu, upaya pencegahan diare yang praktis adalah dengan memutus rantai penularan tersebut. Sesuai data UNICEF awal Juni 2010, ditemukan salah satu pemicu diare baru, yaitu bakteri clostridium difficile yang dapat menyebabkan infeksi mematikan di saluran pencernaan.
Bakteri ini hidup di udara dan dapat dibawa oleh lalat yang hinggap di makanan. Pemecahan masalah diare sebenarnya sudah menjadi agenda pemerintah dalam program Indonesia Sehat 2010 yang telah dicanangkan sejak 1999.Namun ditegaskan PT Kalbe Farma Tbk (ENTROSTOP) dalam siaran persnya ”Pencanangan Gerakan Kebersihan Untuk Keluarga Sehat Indonesia”, program ini belum memperlihatkan hasil signifikan. Karenanya, diperlukan swadaya masyarakat dan instansi terkait untuk menyukseskan program Indonesia Sehat 2010.(okezone)

http://www.seputar-indonesia.com