Tampilkan postingan dengan label Technology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Technology. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Juni 2010

NASA Prediksi Kehancuran Bumi di 2013

Selasa, 15 Juni 2010 - 16:51 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
NEW YORK - Seringkali kita mendengar tentang kisah akhir jaman dan kehancuran bumi. Mulai dari tabrakan antara meteor dengan bumi, atau Matahari akan kehilangan gaya gravitasinya. Tapi itu mungkin hanya spekulasi-spekulasi yang dilontarkan oleh sejumlah kalangan yang belum tentu dapat dibenarkan.

Tapi kini, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengemukakan bahwa Bumi akan mengalami kehancuran pada tahun 2013. Penyebab kehancuran bumi adalah badai matahari yang akan melanda bumi tiga tahun mendatang.

Para Ilmuwan NASA meyakini Bumi akan terpukul oleh tenaga magnetik dari jilatan api Matahari dalam level yang belum diketahui. Matahari akan 'bergejolak'. Demikian dilansir Asylum, Selasa (15/6/2010).

"Kami tahu ini akan datang tapi kami tak tahu seberapa besar dampak yang akan ditimbulkan dari kejadian itu," kata Dr Richard Fisher, head of NASA Heliophysics Division.

Kemungkinan besar dampak yang akan ditimbulkan dari badai matahari ini adalah rusaknya jaringan listrik dan hilangnya jaringan komunikasi di sejumlah negara seperti Inggris. Selain itu, badai matahari dapat merusak seluruh sistem layanan darurat, peralatan rumah sakit, sistem perbankan dan perangkat kontrol lalu lintas udara, hingga barang-barang sehari-hari seperti komputer dan iPod.

"Sistem-sistem tersebut takkan bekerja karena perubahan magnetik di bumi akibat badai matahari,"kata Fisher.

Seperti diketahui, badai matahari atau CME (Corona Mass Ejection) matahari tersebut memang tidak menyebabkan kiamat, namun tetap berdampak pada benda astronomi di sekitarnya. Badai matahari berdampak tidak langsung terhadap manusia, seperti terganggunya sinyal radio sehingga menyebabkan jaringan komunikasi menjadi rusak, jelek, atau tidak berfungsi.

Badai matahari yang mengarah ke bumi bukan hanya mengganggu satelit yang berada di orbit bumi yang terganggu. Saat ledakan matahari mengarah ke bumi, partikel berenergi tinggi yang ikut terlontar menyusup masuk bumi mengikuti arah medan magnet bumi dari kutub utara dan menyebar memasuki atmosfer.
(ugo)

http://techno.okezone.com

Telkomsel Klaim Pengguna Flash Capai 2,8 Juta

Selasa, 15 Juni 2010 - 17:41 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
(Foto:Ist)
JAKARTA - Telkomsel mengklaim jumlah pengguna internet broadband Telkomsel Flash mencapai sekira 2,8 juta. Operator telekomunikasi dengan jumlah pengguna sekira 80 juta tersebut, berharap pengguna tersebut akan terus meningkat seiring edukasi  yang terus meningkat  terhadap internet broadband.

Salah satu upaya untuk mendongkrak jumlah pengguna adalah dengan melakukan kolaborasi dengan produsen internet broadband. Baru-baru ini Telkomsel menggandeng MLW Telecom selaku produsen perangkat internet broadband SpeedUp dan Qualcomm sebagai pengembang dan inovator teknologi telekomunikasi nirkabel menyelenggarakan Festival 100 Hari Telkomsel Flash yang akan  berlangsung pada Juni hingga September 2010.

Festival bertajuk 'The Next Generation Zone' ini diadakan di 100 titik di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Medan. Kegiatan ini merupakan rangkaian program edukasi dan sosialisasi layanan internet berkecepatan tinggi Telkomsel Flash, di mana kini masyarakat sudah bisa mengakses layanan data High Speed Packet Access Plus (HSPA+) berkecepatan hingga 21 Mbps. Dalam festival ini Telkomsel melakukan serangkaian kegiatan di enam kota seperti, pameran penjualan paket bundling Telkomsel Flash, seminar teknologi komunikasi dan informasi, dan roadshow ke kampus.

"Melalui kolaborasi strategis ini, kami ingin memberikan apresiasi bagi pelanggan Telkomsel Flash yang kini berjumlah 2,8 juta pelanggan. Program Festival 100 Hari Telkomsel Flash diharapkan bermanfaat bagi pelanggan untuk mengetahui lebih jauh mengenai teknologi mobile broadband terkini," kata Deputy VP Channel Management Telkomsel Agus Setia Budi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/6/2010)

Pada festival tersebut  pelanggan juga dapat menikmati gratis internet 300 MB per bulan selama enam bulan dengan membeli paket bundling Telkomsel Flash-SpeedUp. Telkomsel dan Speed Up membundling sekira 8 paket bundling dengan diskon hingga 40 persen. beberapa produk tersebut diantaranya, perangkat modem Bandluxe C321 HSPA+ yang dibanedrol Rp 1.399.000, dan SpeedUp SU-8650U HSDPA dengan harga Rp 499.000.

Sementara itu, Rahmad Widjaja Sakti, Direktur Product & Marketing SpeedUp Technology mengatakan, berbagai layanan yang dihasilkan dari kerjasama ini memungkinkan pelanggan mengakses aplikasi yang membutuhkan kinerja uplink data yang andal, seperti untuk keperluan online gaming, video streaming, file upload pada e-mail atau ke website.

"Kerjasama dengan Telkomsel memungkinkan produk bundling SpeedUp mudah diakses pelanggan, di mana 35 titik layanan SpeedUp sudah hadir di 19 kota di seluruh Indonesia," tandas Rahmad.
(ugo)

http://techno.okezone.com

Teknologi Touchscreen Belum Diminati di Indonesia

Rabu, 16 Juni 2010 - 06:44 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Widi Agustian - Okezone
(foto:ist)
JAKARTA - Ponsel-ponsel dengan teknologi layar sentuh hingga saat ini masih belum diminati di Indonesia. Terbukti dengan minimnya minat pada iPhone dan Blackberry Storm yang dinilai belum berhasil.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Skybee, di Jakarta, Selasa (15/6/2010) Hendra Kendro. "“Kalau dilihat, penjualan Apple iPhone tidak berhasil. Nokia yang mengeluarkan touchscreen juga tidak berhasil. Blackberry ketika mengeluarkan Storm juga tidak berhasil," katanya.

Skybee sendiri, lanjut Hendro. belum berminat untuk mengeluarkan ponsel berteknologi layar sentuh. "Sampai sekarang kita selalu bereksperimen. tapi kita masih berpikir. Indonesia tidak suka touchscreen," papar Hendro.

Menurut Hendro, di Indonesia, harga masih memainkan peran yang signifikan di pasar ponsel. Untuk mengantisipasi persaingan dari produsen ponsel lokal, Skybee akan mengikuti tren di mana beberapa produsen besar sudah mulai menghadirkan smartphone berharga terjangkau. "Harga akan terus turun. kita perkirakan harga Skybee akan turun sampai 20 persen. Kita juga akan meningkatkan volume penjualan sampai 600 ribu unit hingga akhir tahun," tandas Hendro.

Selain itu, Skybee juga melakukan terobosan dengan mengembangkan aplikasi sendiri untuk membedakan dengan perusahaan lain.
(ugo)

http://techno.okezone.com

Kemenperin Targetkan Industri Telematika Tumbuh 7%

Rabu, 16 Juni 2010 - 07:38 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Sandra Karina - Koran SI
ilustrasi (Foto:ist)
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan industri telematika mencapai 7 persen pada tahun ini.

Menteri Perindustrian (Menperin) Hidayat mengatakan pertumbuhan industri telematika tidak akan terpengaruh banyak oleh kenaikan TDL . Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kemenperin, lanjutnya, kenaikan TDL sebesar 15 persen hanya akan berpengaruh sebesar 0,9 persen dari biaya produksi seluruh sektor industri.

"Pengaruh ke biaya sangat kecil, tapi ada, "kata Hidayat di Jakarta, kemarin.

Selain itu, pertumbuhan telematika menurut Hidayat, juga akan didorong oleh program pengembangan industri telematika seperti regional IT of excellence (RICE) dan incubator business center (IBC) yang dilakukan di Jakarta, Depok, Bandung, Solo, Surabaya, Medan, Manado dan Bali.

Pemerintah, sambung Hidayat, juga akan mendukung industri telematika dari segi fiskal untuk iklim usaha yang lebih kondunsif. Kebijakan fiskal, lanjutnya, berupa perluasan spesifikasi produk telematika untuk dibebaskan dari PPnBM, serta pengetatan prosedur impor dan penyebaran lokasi industri yang lebih luas diluar pulau Jawa dan Batam.

Hidayat berharap, ekspor industri telematika akan mencapai USD4,65 miliar pada tahun ini ,dari tahun lalu sebesar USD3,97 miliar, yang juga mengalami kenaikan dari tahun 2008 sebesar 23,29 persen sebesar USD3,22 miliar.

Industri telematika, lanjut Hidayat,pada saat ini, baru mencapai utilisasi sebesar 65,1 persen dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 60.000 orang.

Ditemui ditempat sama, Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Kemenperin Budi Darmadi optimistis terhadap pertumbuhan industri telematika. Budi memproyeksikan, pertumbuhan industri telematika akan mencapai 8 persen pada tahun ini.

"Tahun lalu kita sudah mencapai 7 persen, tahun ini kita yakin bisa mencapai 8 persen,"kata Budi.

Pertumbuhan industri telematika, menurut Budi akan didukung oleh produk-produk komputer dan pelengkapnya serta telekomunikasi.

"Komputer, printer akan mendukung pertumbuhan membantu pertumbuhan telekomunikasi yang tahun lalu menjadi penyumbang besar pertumbuhan industri,"terang Budi.

Direktur Telematika Ditjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Kemenperin Ramon Bangun sebelumnya pernah mengatakan, pada tahun lalu, nilai ekspor produk telematika mencapai USD1 miliar, yang didominasi produk Epson.

Dia mengakui, pabrik printer terbesar di dunia Epson akan mengurangi produksi tahun lalu akibat menurunnya permintaan.

"Tapi tidak sampai layoff tenaga kerja, paling hanya mengurangi shift," katanya.

Meski beberapa produk telematika mengalami penurunan ekspor, namun beberapa produk lain seperti Sanyo mengimbanginya dengan peningkatan ekspor.

Ramon memproyeksikan, share industri telematika yang 5 persen bakal naik 10 persen pada tahun ini.

"Terutama, dengan kewajiban BWA dan USO yang mewajibkan capex (belanja modal) 40 persen di Indonesia," ujarnya.
(ugo)

http://techno.okezone.com